Perhatian untuk Kelompok Rentan dan Marjinal
Komisi Pemilihan Umum Provinsi NTT melaksanakan giat KoPi ParMas (Kita Ngobrol Pemilu, Demokrasi dan Partisipasi Masyarakat) Part 10 pada rabu (4/2) secara daring pada pukul 09.00 wita. Kegiatan ini diikuti oleh Anggota Herman Jopi Latol, Kasubbag Hukum dan SDM, Rossa Asry bersama staf Parmas dan SDM.
KoPi ParMas yang mengangkat tema “Inklusivitas Pemilu untuk Kelompok Rentan dan Marjinal” ini dibuka oleh Plh. Ketua KPU Provinsi NTT, Petrus Kanisius Nahak yang dalam sambutannya, menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman dalam melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih berkelanjutan dengan memastikan seluruh warga negara, termasuk kelompok rentan dan marjinal dapat memperoleh hak politiknya. Hadir juga Anggota KPU Lodwyk Fredrik, Baharudin Hamzah serta Plh. Kepala Subbagian Parmas & SDM Agatha S. Woda.
Kegiatan KoPi ParMas part 10 ini dimoderatori oleh Joenady Wongso, Kepala Subbagian Hukum dan SDM KPU Kabupaten Lembata dengan narasumber Deddy I.B Rondo, Kadiv Teknis Penyelenggara KPU Kabupaten Rote Ndao dan Azis, Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Manggarai Barat.
Pemateri pertama, Deddy I.B Rondo menyampaikan tantangan yang dihadapi kelompok rentan, seperti keterbatasan akses geografis, kendala administrasi kependudukan, hingga kesenjangan informasi.
Pemateri kedua Ibrahim Laga menyampaikan pendidikan pemilih harus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan ruang publik, media digital, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar pesan kepemiluan dapat menjangkau seluruh lapisan Masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama yang diakhiri dengan arahan oleh Anggota KPU NTT secara bergantian. Kopi Parmas Part 10 diikuti oleh para Ketua, Anggota dan jajaran Sekretariat KPU Kabupaten/Kota se-NTT.