Bulan Suci Ramadhan menjadi bulan penuh makna
Arifin Atanggae Plh. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Flores Timur mengikuti Rapat Virtual “Dikmil Ramadhan 2026”, yang di gelar oleh KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama KPU Kabupaten/Kota se NTT untuk menyusun strategi pendidikan pemilih dalam bulan Ramadhan. Langkah ini diambil untuk memastikan partisipasi masyarakat dan pendidikan pemilih tersampaikan secara efektif meskipun dalam suasana Ramadhan pada Kamis (12/2/2026).
Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Provinsi NTT Jemris Fointuna, didampingi anggota Lodowik Fredrik, Elyaser Lomi Rihi, Baharudin Hamzah bersama Plh Kasubag Hukum dan SDM Linda Benyamin dan jajaran sekretariat serta diikuti oleh KPU Kabupaten/Kota se-NTT. Dalam arahannya Jemris mengajak jajaran KPU se-NTT menggunakan momentum Ramadhan untuk sampaikan pesan demokrasi dan kepemiluan. “KPU hadir untuk bisa memberikan edukasi tentang pemilu/pilkada. KPU sediakan menu, silakan masyarakat pilih menunya melalui media sosial yang ada, demikian pesan Jemris”
Melalui Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM Baharudin Hamzah, digemakan Program Sedap Ramadhan. Program kerja yang dirancang untuk mengisi bulan ramadhan dengan berbagai kegiatan Safari Ramadhan ke berbagai masjid dan mushola dengan sekmen pinggir kota, berkolaborasi dengan stakeholder lain, juga dengan menggunakan media sosial untuk menyampaikan pesan ramadhan.
Dalam diskusi Baharudin Hamzah menekankan bahwa pendidikan pemilih merupakan program Lembaga secara berjenjang sehingga perlu peran aktif dari kita dalam memberikan kontribusi, namun bertepatan dengan Bulan Ramadhan maka perlu di perhatikan metode dan skema penyampaiannya sehingga bulan suci Ramadhan menjadi bulan penuh makna. “Pendidikan pemilih tetap berjalan, namun kemasannya disesuaikan dengan suasana Ramadhan, ujar Bahrudin.
Diskusi ini menarik perhatian Arifin Atanggae, yang dalam uraiannya akan dilakukan koordinasi bersama beberapa oraganisasi dari Nahdlatul Ulama (NU), metode buka puasa bersama, kultum 7 menit melaui media sosial dengan mendesain sedemikian rupa sehingga manarik, hanya tentu untuk mimbar perlu juga melakukan pendekatan kepada Ustad dengan menyiapkan materi, tutur Arifin.
Melalui kegiatan ini KPU berkomitmen agar bulan puasa tidak menghambat tahapan penting, melainkan menjadi momen yang tepat untuk menyampaikan pesan-pesan pemilu damai kepada masyarakat luas.