Daring Bimtek Public Speaking Oleh KPU NTT
Larantuka, 16 April 2026
Berlangsung secara daring Bimbingan Teknis Public Speaking oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi NTT. Kegiatan ini melibatkan seluruh Komisioner KPU Kabupaten/Kota Se-NTT dan seluruh Sekretaris serta jajaran KPU Kabupaten/Kota Se-NTT.
Kegiatan Bimtek Public Speaking ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas komunikasi public serta kemampuan penyampaian informasi kepemiluan yang efektif, komunikatif dan profesional.
Kegiatan dibuka pada pukul 09.30 wita oleh Ketua KPU Provinsi NTT, Jemris Fointuna. Dalam sambutannya beliau menyampaikan salah satu tujuan kegiatan ini adalah agar bisa berkomunikasi secara layak dengan semua pihak. Kegiatan pagi ini juga sangat penting bagi kita agar bisa mengelolah antara otak, mata dan juga tangan dan bisa berkoordinasi dengan semua pihak melalui mulut kita, lanjut Jermis.
Dengan mendatangkan orang yang tepat publicspeaking kita akan lebih baik lagi pola komunikasi kita dengan public. Pertemuan ini sangat langka, karena mengatur cara bicara kita. Birbicara agar bisa memikat hati public. Seorang presenter harus mampu menempatkan dirinya sebagai pembaca dan juga pendengar, sehingga apa yang dibicarakan bisa diminati oleh pembaca.
Kegiatan bimtek ini dengan moderator Kasubbag Hukum dan SDM, Bathseba S. Dapatalu yang mengangkat tema ”Seni berbicara mengelolah makna diruang Publik” dan dengan Narasumber, Oberta B. Nailius S.P.,M.M, selaku Pranata Siaran - Ahli Pertama, pada LPP TVRI Stasiun NTT.
Dalam materinya Oberta menyampaikan ada sedikit yang perlu dibenahi dalam membangun komunikasi baik intra ataupun ekstra dalam komunikas dengan lembaga. Dan jika mau membenahi sedikit saja cara berbicara kita. Apa yang kita sampaikan, semua perkataan kita akan dinilai, ditafsir dan mendapat efek.
Beliau menjelaskan Public speaking merupakan kemampuan berkomunikasi secara lisan di depan public untuk menyampaikan informasi, gagasan, emosi dan pemikiran dengan jelas dan efektif sehingga dapat dipahami oleh orang lain.
Teknik dasar berbicara di depan public, dimana kita harus memahami pesan, bicara untuk dipahami, struktur bicara sederhana, kejelasan pengucapan, intonasi, tempo, kontak mata, bahasa tubuh, ekspresi wjah, dan kendalikan gerogi, tambah Oberta. Dan juga bagaimana cara kita saat mengatasi gugup dengan percaya diri dan membangun strategi, tarik napas, fokus ke pesan dan latihan.
Kegiatan selesai pada pukul 12.00 wita.