Berita Terkini

Kopi Parmas Part. 20

Pemilu Hijau, Pemilu Bersahabat dengan Lingkungan

Larantuka – Antonius Djentera Betan Ketua KPU Kabupaten Flores Timur di dampingi Arifin Atanggae dan Dahlya Reda Ola, Anggota KPU Kabupaten Flores Timur mengikuti diskusi KoPi Parmas (Kita Omong Pemilu, Demokrasi, dan Partisipasi Masyarakat) Part 20 yang di selenggarakan oleh KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur secara daring pada Rabu (13/5/2026).

Kopi Parmas Part. 20 ini dibuka oleh ketua KPU Provinsi NTT. Jemris Fointuna dalam sambutannya menyampaikan, tema yang pilih “Pemilu Hijau Sebagai Altenatif Tata Kelola Pemilu Berkelanjutan” dalam rangka untuk mendukung pelaksanaaan pemilu yang bersahabat dengan lingkungan. Baliho atau spanduk ataupun banner sudah dilarang untuk tidak digantung pada pohon-pohon dan itu merupakan bagian dari ramah lingkungan, Pemilu Hijau. KPU sudah banyak membuat alat-alat bantu atau aplikasi yang dapat mendukung kerja dan pola kerja yang dengan tujuan menghemat kertas.

Ketua KPU Provinsi NTT didampingi Kadiv Parmas dan SDM KPU Provinsi NTT dan juga Plh. Sekretaris KPU Provinsi NTT.  

KoPi Parmas Part. 20 ini menjadi ruang bersama bagi jajaran KPU Kabupaten/Kota se-NTT untuk membahas Ramah lingkungan saat penyelenggaraan Pemilu untuk menjadikan Pemilu itu lebih bersahabat dengan pemateri-pemateri yang sangat berpengalaman.

Forum ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Hamzah Huri Wulakada, M.Si, Direktur Pasca Sarjana Universitas Nusa Cendana Kupang, Harun Al Rasyid, M.Pd, Anggota KPU Kabupaten Sikka, Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Antonius Djentera Betan, Ketua KPU Kabupaten Flores Timur.  Diskusi dipandu oleh Agatha M.S. Woda, Ahli Pertama Penata Kelola Pemilihan Umum KPU Provinsi NTT.

Pemateri pertama, Antonius menekankan pada penggunaan limbah kertas yang dapat mempengaruhi lingkungan, karena Demokrasi untuk menjaga keharmonisan kehidupan manusia dan lingkungan untuk menjaga keharmonisan kehidupan di bumi. Penggunaan APK seperti Spanduk, Baliho, Banner dan Bendera, Kertas (Surat suara dan formulir). Harus diimbangi dengan praktek baik dengan salah satu contohnya menanam pohon serentak.

Pemateri Kedua, Harun menyampaikan Konsep Pemilu Hijau, Integritas prinsip berkelanjutan lingkungan dalam pengelola pemilu termasuk salah satunya adalah manajemen limbah dan pengurangan jejak karbon pemilu. Strategi Implementasi Pemilu Hijau seperti dalam pengelolaan Limbah pemilu dan juga kampanye media digital.

Kata tutup oleh Baharudin Hamzah, menyampaikan dari sisi akademik dari tata kelolah pemilu Hijau. Diskusi tentang pemilu Hijau yang berbicara tentang demokrasi dan kehidupan adalah satu dan tidak dapat dipisahkan. 

Dr. Hamzah Huri menambahkan diakhir sesi bahwa tidak hanya kegiatan pemilu saja yang mewarnai hijau itu. Suatu ketika penyelenggara pemilu itu memastikan siapa saja pemimpin kedepan yang mempunyai paradigma membangun daerah kita. Regulasi dan prosesnya tidak habis dipestanya saja, artinya semua mempunyai instrumen ukur yang dapat membangun untuk menjadi lebih baik. Pergerakan masa dimana mereka berkumpul akan menimbulkan sampah plastik dan ini sangat berhubungan dengan pada saat pergerakan kampanye.

Kita fokuskan pada, menurunkan instrument ukur yang bisa dipakai tidak hanya dimasa penyelenggaraan saja melainkan di masa non penyelenggaraan juga. Lanjut Hamzah.

Diskusi ini diharapkan dapat memberikan pemahamanan yang sama dalam membangun Pemilu berkelanjutan dengan strategi Ramah Lingkungan.

Kegiatan KoPi Parmas merupakan agenda rutin KPU Provinsi NTT sebagai wadah penguatan kapasitas dan konsolidasi gagasan antar penyelenggara pemilu untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas dan inklusif serta memiliki pemahaman yang sama.

 

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 48 kali
🔊 Putar Suara