Berita Terkini

“Kampus sebagai Penjaga Nalar Demokrasi”

Ketua KPU Kabupaten Flores Timur, Antonius Djentera Betan bersama dan Anggota KPU Kabupaten Flores Timur, Herman Jopi Latol, Arifin Atanggae dan Dahlya Reda Ola, mengikuti kegiatan KoPi Parmas (Kita Omong Pemilu, Demokrasi, dan Partisipasi Masyarakat) Part 21 yang digelar KPU Provinsi NTT secara daring. Kopi Parmas dibuka oleh Ketua KPU Provinsi NTT Jemris Fointuna. Hadir juga Anggota KPU Provinsi NTT Baharudin Hamzah dan Petrus Kanisius Nahak, Lodowyk Fredrik, Elyaser Lomi Rihi, serta Plt. Sekretaris KPU Provinsi NTT, Melanie Sari Willa Hege bersama jajaran sekretariat. Dalam sambutannya, Jemris Fointuna menegaskan pentingnya ruang dialog untuk memperkuat Pendidikan Pemilih di Kampus sebagai Penjaga Nalar Demokrasi. Sinergi dengan penyelenggara pemilu menjadi kunci agar pertisipasi pemilih semakin berkualitas dan tetap menjaga nilai-nilai demokrasi, tuturnya. Mengangkat tema “Kampus sebagai Penjaga Nalar Demokrasi”, Kopi Parmas Part 21 menjadi forum diskusi untuk memperkuat kualitas Pendidikan pemilih sekaligus membangun sinergi antar penyelenggara pemilu se-NTT. Di tengah arus informasi digital, kampus berperan penting sebagai penjaga nalar demokrasi melalui budaya diskusi dan pemikiran kritis. Mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan mampu berpartisipasi secara cerdas, melawan hoaks, serta menjaga persatuan demi terciptanya demokrasi yang sehat dan berintegritas. Kegiatan ini menghadirkan Narasumber, Akbar Abbas Abdullah, selaku Ketua Divisi Sosdiklih Parmas & SDM KPU Kabupaten Sumba Tengah, dan Hermanus Haron Tadon, selaku Ketua KPU Kabupaten Lembata. Dan sebagai Moderator, Yesyurun Bani Kepala Sub Bagian Hukum dan SDM KPU Kabupaten Timur Tengah Utara. KoPi Parmas Part 21 diikuti oleh 22 KPU Kabupaten/Kota se-. Hadir dan mengikuti KoPi Parmas Part 21 ini Kasubag Hukum dan SDM, Rossa Asry bersama pejabat struktural dan staf Sekretariat. #KPUMelayani #KPUKabFlotim

KPU Kabupaten Flores Timur Gelar Roadshow ke DPC Demokrat, Perkuat Sinergi dan Pemutakhiran Data Menuju Pemilu 2029

LARANTUKA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Flores Timur menggelar roadshow ke kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Flores Timur pada Kamis (21/5/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 wita ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan keterbukaan informasi antara penyelenggara pemilu dan partai politik di tingkat daerah. Rombongan KPU Kabupaten Flores Timur dipimpin langsung oleh Ketua Antonius Djentera Betan, didampingi Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Arifin Atanggae, Kasubag Teknis dan Hubungan Masyarakat, Mikhael Lamabelawa, beserta jajaran staf sekretariat. Kehadiran rombongan ini disambut hangat oleh Ketua DPC Partai Demokrat Flores Timur, Yohanes N.D. Paru, bersama pengurus partai lainnya. Dalam sambutannya, Ketua DPC Partai Demokrat Flores Timur, Yohanes N.D. Paru, menyampaikan apresiasi atas inisiatif KPU yang proaktif membangun komunikasi dengan partai politik. Ia berharap momentum ini menjadi awal dari hubungan kerja yang lebih intensif ke depan agar partai politik bisa mendapatkan informasi kepemiluan yang akurat sejak dini. "Kami berharap hubungan kerja ini dapat semakin intens agar informasi terkait kepemiluan dapat diperoleh oleh partai. Hal ini sangat penting bagi kami untuk mempersiapkan diri dengan matang dalam menghadapi kontestasi politik tahun 2029 mendatang," ujar Yohanes. Sementara itu, Antonius Djentera Betan, menjelaskan bahwa roadshow ini merupakan bagian dari agenda strategis KPU. Ia memaparkan bahwa kunjungan kali ini mengusung tiga tujuan utama, yaitu melakukan Pemutakhiran Data Partai Politik (PDPP), mempererat tali silaturahmi, serta membangun koordinasi berkala. Proses pemutakhiran data ini menjadi sangat krusial karena berkaitan langsung dengan validasi struktur kepengurusan, keanggotaan partai, pemenuhan keterwakilan perempuan, hingga status domisili kantor sekretariat. Setelah penyampaian agenda utama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama. Dalam ruang dialog tersebut, pengurus DPC Partai Demokrat Flores Timur memanfaatkan momentum untuk menyampaikan aspirasi penting, khususnya terkait penataan daerah pemilihan (dapil) serta penguatan persentase keterwakilan perempuan dalam pemilu mendatang. Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi yang kuat antara penyelenggara dan peserta pemilu di Flores Timur. #KPUMelayani #KPUKabFlotim

Harkitnas ke-118: KPU Flores Timur Teguhkan Semangat Jaga Tunas Bangsa dan Kedaulatan Digital

Larantuka, 20 Mei 2026 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Flores Timur menyelenggarakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026. Upacara yang berlangsung khidmat ini digelar di Pelataran Kantor KPU Kabupaten Flores Timur, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Weri, Larantuka. Bertindak langsung sebagai Pembina Upacara adalah Ketua KPU Kabupaten Flores Timur, Antonius Djentera Betan. Pelaksanaan upacara ini merujuk pada Surat Edaran Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 1341/PK.02.1-SD/04/2026 dengan mengusung tema nasional “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPU Kabupaten Flores Timur membacakan sambutan resmi dari Menteri Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid. Melalui sambutan tersebut, disampaikan bahwa esensi Kebangkitan Nasional merupakan proses dinamis yang menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Di tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara" ini merepresentasikan semangat seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui perlindungan para tunas bangsa. Upacara ini diikuti oleh seluruh jajaran internal KPU Kabupaten Flores Timur. Hadir sebagai peserta upacara antara lain Anggota KPU Kabupaten Flores Timur, Sekretaris KPU Kabupaten Flores Timur Jermia Elia David Luase, para Kepala Sub Bagian (Kasubag) Lingkup Sekretariat, serta seluruh staf Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dengan mengenakan seragam batik KORPRI lengkap, seluruh peserta mengikuti setiap tahapan upacara bendera dengan tertib, aman, dan penuh semangat nasionalisme. Peringatan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh aparatur sipil di lingkungan KPU Flores Timur untuk terus meningkatkan integritas, kompetensi, serta semangat pengabdian demi kedaulatan negara dan kemajuan kualitas demokrasi di Indonesia. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh jajaran pimpinan dan staf di pelataran depan kantor KPU Kabupaten Flores Timur sebagai bentuk dokumentasi dan soliditas tim.  

Rapat Koordinasi Pembangunan Dan Evaluasi Zona Integritas Menuju Wbk/Wbbm Serta Persiapan Penilaian Pembangunan Zona Integritas Tahun 2026 Di Lingkungan Komisi Pemilihan Umum

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Flores Timur mengikuti Rapat Koordinasi Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) /Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) serta Persiapan Penilaian Pembangunan Zona Integritas Tahun 2026 di lingkungan KPU secara daring melalui Zoom Video Communications bersama seluruh KPU Provinsi Seluruh Indonesia serta KPU KIP Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia pada Senin(18/5/2026). Kegiatan ini di ikuti oleh Kasubag Perencanaan, Data dan Informasi Bonevasius Sabon Ama dan staf Perencaan Data dan Informasi Adi M. S. Jawas, ST. Rahmawati dan Bernadina Asa Keban secara daring. Rapat koordinasi di buka langsung oleh Anggota KPU RI Divisi Hukum dan Pengawasan Iffa Rosita . Dalam arahannya Iffa Rosita membahas berbagai aspek penting dalam persiapan penilaian pembangunan Zona Integritas Tahun 2026, antara lain evaluasi pelaksanaan enam area perubahan, pemenuhan data dukung, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan pengawasan internal, serta strategi tindak lanjut atas hasil evaluasi sebelumnya. Lanjutnya Iffa juga mengharapkan seluruh jajaran KPU untuk terus berbenah secara administrasi maupun substansi sesuai dengan arahan percepatan pembangunan Zona Integritas yang telah ditetapkan. Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk menciptakan instansi yang bersih, akuntabel, serta memiliki pelayanan publik yang prima, dengan sasaran utamanya pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas layanan guna meraih predikat Wilayah Birokrasi dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) #KPUMelayani #KPUKabFlotim

Rapat Pleno Rutin Senin, 18 Mei 2026

Rapat Pleno Mingguan dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Flores Timur bertempat di ruang rapat lantai 2, dipimpin oleh Ketua KPU Kabupaten Flores Timur, Antonius Djentera Betan pada Senin, (18/5/2026). Dalam rapat pleno ini hadir juga Anggota KPU Kabupaten Flores Timur dan para Kasubag. Pleno diawali dengan pembacaan laporan tindak lanjut rapat pleno tanggal 11 Mei 2026 oleh Kasubbag Hukum dan SDM. Agenda pleno antara lain membahas progress coktas data luar negeri. Divisi Rendatin, yang menyampaikan terkait progress coktas data luar negeri telah dilaksanakan dan tim Rendatin selalu memantau perkembangan data sampai dengan sebelum dilaksanakan pleno rekapitulasi semester I awal bulan Juli. Adapun tambahan agenda dalam rapat pleno ini yakni Tindak lanjut Surat KPU RI terkait FGD Peran KPU dalam mendukung akselerasi GovTech Nasional melalui Demokratisasi data kepemiluan dan juga terkait roadshow dengan partai politik dan akan dilakukan koordinasi dengan pihak partai politik. Rapat pleno mingguan ini dimulai pada pukul 14.00 wita sampai pukul 15.15 wita. #KPUMelayani #KPUKabFlotim

Kopi Parmas Part. 20

Pemilu Hijau, Pemilu Bersahabat dengan Lingkungan Larantuka – Antonius Djentera Betan Ketua KPU Kabupaten Flores Timur di dampingi Arifin Atanggae dan Dahlya Reda Ola, Anggota KPU Kabupaten Flores Timur mengikuti diskusi KoPi Parmas (Kita Omong Pemilu, Demokrasi, dan Partisipasi Masyarakat) Part 20 yang di selenggarakan oleh KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur secara daring pada Rabu (13/5/2026). Kopi Parmas Part. 20 ini dibuka oleh ketua KPU Provinsi NTT. Jemris Fointuna dalam sambutannya menyampaikan, tema yang pilih “Pemilu Hijau Sebagai Altenatif Tata Kelola Pemilu Berkelanjutan” dalam rangka untuk mendukung pelaksanaaan pemilu yang bersahabat dengan lingkungan. Baliho atau spanduk ataupun banner sudah dilarang untuk tidak digantung pada pohon-pohon dan itu merupakan bagian dari ramah lingkungan, Pemilu Hijau. KPU sudah banyak membuat alat-alat bantu atau aplikasi yang dapat mendukung kerja dan pola kerja yang dengan tujuan menghemat kertas. Ketua KPU Provinsi NTT didampingi Kadiv Parmas dan SDM KPU Provinsi NTT dan juga Plh. Sekretaris KPU Provinsi NTT.   KoPi Parmas Part. 20 ini menjadi ruang bersama bagi jajaran KPU Kabupaten/Kota se-NTT untuk membahas Ramah lingkungan saat penyelenggaraan Pemilu untuk menjadikan Pemilu itu lebih bersahabat dengan pemateri-pemateri yang sangat berpengalaman. Forum ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Hamzah Huri Wulakada, M.Si, Direktur Pasca Sarjana Universitas Nusa Cendana Kupang, Harun Al Rasyid, M.Pd, Anggota KPU Kabupaten Sikka, Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Antonius Djentera Betan, Ketua KPU Kabupaten Flores Timur.  Diskusi dipandu oleh Agatha M.S. Woda, Ahli Pertama Penata Kelola Pemilihan Umum KPU Provinsi NTT. Pemateri pertama, Antonius menekankan pada penggunaan limbah kertas yang dapat mempengaruhi lingkungan, karena Demokrasi untuk menjaga keharmonisan kehidupan manusia dan lingkungan untuk menjaga keharmonisan kehidupan di bumi. Penggunaan APK seperti Spanduk, Baliho, Banner dan Bendera, Kertas (Surat suara dan formulir). Harus diimbangi dengan praktek baik dengan salah satu contohnya menanam pohon serentak. Pemateri Kedua, Harun menyampaikan Konsep Pemilu Hijau, Integritas prinsip berkelanjutan lingkungan dalam pengelola pemilu termasuk salah satunya adalah manajemen limbah dan pengurangan jejak karbon pemilu. Strategi Implementasi Pemilu Hijau seperti dalam pengelolaan Limbah pemilu dan juga kampanye media digital. Kata tutup oleh Baharudin Hamzah, menyampaikan dari sisi akademik dari tata kelolah pemilu Hijau. Diskusi tentang pemilu Hijau yang berbicara tentang demokrasi dan kehidupan adalah satu dan tidak dapat dipisahkan.  Dr. Hamzah Huri menambahkan diakhir sesi bahwa tidak hanya kegiatan pemilu saja yang mewarnai hijau itu. Suatu ketika penyelenggara pemilu itu memastikan siapa saja pemimpin kedepan yang mempunyai paradigma membangun daerah kita. Regulasi dan prosesnya tidak habis dipestanya saja, artinya semua mempunyai instrumen ukur yang dapat membangun untuk menjadi lebih baik. Pergerakan masa dimana mereka berkumpul akan menimbulkan sampah plastik dan ini sangat berhubungan dengan pada saat pergerakan kampanye. Kita fokuskan pada, menurunkan instrument ukur yang bisa dipakai tidak hanya dimasa penyelenggaraan saja melainkan di masa non penyelenggaraan juga. Lanjut Hamzah. Diskusi ini diharapkan dapat memberikan pemahamanan yang sama dalam membangun Pemilu berkelanjutan dengan strategi Ramah Lingkungan. Kegiatan KoPi Parmas merupakan agenda rutin KPU Provinsi NTT sebagai wadah penguatan kapasitas dan konsolidasi gagasan antar penyelenggara pemilu untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas dan inklusif serta memiliki pemahaman yang sama.  

🔊 Putar Suara