Berita Terkini

Kedisiplinan Tetap di Jaga

Senin, 23 Februari 2026 Bertempat dihalaman kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Flores Timur, dilaksanakan Apel Pagi yang dipimpin oleh Kadiv Teknis Penyelenggaraan, Arifin Atanggae. Dalam arahannya, Arifin menegaskan untuk menyelesaikan tuga-tugas dari setiap divisi yang tertunda diminggu sebelumnya. Agenda yang akan diselesaikan pada hari ini yakni Roadshow ke Partai Gelora dan juga pengambilan video pendek bersama Kadiv Teknis Penyelenggaraan. Diakhir arahan, beliau menyampaikan agar Kedisiplinan yang telah dibangun tetap dijaga dan dipertahankan. Apel pagi ini dihadiri oleh Sekretaris KPU Kabupaten Flores Timur, Jermia Elia David Luase bersama Kasubbag dan seluruh staf sekretariat.

Buka Puasa Bersama Galang Partisipasi Tingkatkan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan

KPU Kabupaten Flores Timur mengikuti secara daring kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan selama bulan Ramadhan 1447 H yang dikemas dalam Program SeDap Ramadhan (Safari Demokrasi Partisipatif), TaDaRus Ramadhan (Tausiyah Demokrasi Partisipatif) dan Buka Puasa Bersama, yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi NTT pada Jumat, (20/2). Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Provinsi NTT, Jemris Fointuna dan didampingi Anggota KPU Provinsi NTT Baharudin Hamzah, Lodowyk Fredrik, Elyaser Loni Rihi, Petrus Kanisius Nahak serta Plt. Sekretaris KPU Provinsi NTT. Kegiatan ini diikuti oleh Anggota KPU Kabupaten Flores Timur Arifin Atanggae selaku Kadiv Teknis Penyelenggara, Dahlya Reda Ola selaku Kadiv Hukum dan Pengawasan, didampingi Sekretaris KPU Kabupaten Flores Timur, Jermia Elia David Luase serta para Kasubbag, Pejabat Fungsional serta staf sekretariat. Dalam sambutan pembuka, Jemris menyampaikan selamat menyambut bulan suci Ramadhan bagi umat muslim dan selamat memasuki masa Prapaskah untuk umat Kristen dan selamat merayakan Imlek bagi semua yang merayakan. Dalam acara SeDap Ramadhan (Safari Demokrasi Partisipatif) dan TaDaRus (Tausiyah Demokrasi Partisipatif) merupakan dua momentum penting yang bergerak bersamaan, agar kita bergerak bersama melakukan Safari menjangkau simpul-simpul masyarakat untuk memastikan bahwa semangat partisipasi tetap bertumbuh disetiap insan masyarakat Provinsi NTT, dan Tadarus sebagai bantuk pertanggungjawaban dari pada kita semua dalam rangka memperdalam pemahaman masyarakat terhadap hak dan kewajiban politik.  Pada kesempatan ini Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM Baharudin Hamzah menyampaikan Tausiyah. “Allah menjanjikan orang yang berpuasa dengan sempurna dia akan mendapatkan Takwa, menjadi orang yang Muttaqin. Kalau kita puasa, tahan lapar, kita diajarkan bagaimana peka terhadap kehidupan sosial kita, ada orang yang tidak makan, berhari hari bertahan karena tidak punya apa apa, sedangkan kita dengan menu makan yang begitu sangat mewah dan sangat lengkap. Kita dapat bertanya hari ini mau makan dimana. Tapi bagi kaum Dhuafa, fakir miskin yang hidupnya di tenda pengungsian, di Tenau, TPA yang tiap hari pegang kacu rebut oto pickup yang buang sampah,yang dipikirkan hanyalah hari ini mau makan apa. Disitulah esensi dari nilai puasa seseorang. Saat puasa orang banyak memberi namun sudah selesai puasa orang mulai kembali menjadi pelit, artinya puasa kita belum berhasil”, demikian Baharudin dalam sepenggal Tausiyahnya. Kegiatan ini melibatkan seluruh instrument baik dari KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur dan juga KPU Kabupaten/Kota se-NTT.  

Melihat Kondisi Sosial Kekinian KoPi ParMas

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali gelar Diskusi Tematik Kita ngobrol Pemilu, Demokrasi & Partisipasi Masyarakat (KoPi ParMas) Part 12 secara daring dengan tema “Perilaku Pemilih Pemula dalam Konteks Sosial Kekinian”, Kamis (18/2). Forum Diskusi yang dilaksanakan setiap minggunya ini,  dibuka oleh Ketua KPU Provinsi NTT, Jemris Fointuna, didampingi Anggota KPU Provinsi NTT Lodowyk Fredrik, Baharudin Hamzah, dan Elyaser Lomi Rihi. Dalam sambutannya, Jemris berharap agar semua yang hadir dapat memberikan masukkan dalam rangka meningkatkan pemahaman kita tentang demokrasi khususnya yang berkaitan dengan pola perilaku dari pemilih pemula di dalam sistem pemilu. Karena kita lebih fokus pada perilaku pemilih pemula dalam konteks bersosial khususnya bersosial media. KoPi ParMas Part 12 ini menampilkan narasumber  Petrus Paulus Juang, Anggota KPU  Kabupaten Lembata Divisi Hukum dan Pengawasan dan Abdul Haris, Anggota KPU Kabupaten Manggarai Timur Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM. Dengan Moderator, Prasasti Padmasari, Kepala Sub Bagiaan Hukum dan SDM KPU Kabupaten Sumba Tengah. Keduanya  narasumber memaparkan materi dengan tema Perilaku Pemilih Pemula dalam Konteks Sosial Kekinian. Petrus Paulus, dalam paparannya menyampaikan karakteristik pemilih pemula saat ini, dan pola perilaku pemilih pemula dalam pemilu karena pemilih pemula bisa dibilang masih menjadi pemilih yang mengambang dimana belum memiliki afiliasi politik tetap, citra gaya komunikasi, kedekatan emosional keaktifan di media sosial dan juga mempertimbangkan program kerja, dampak kebijakan langsung, relevansi dengan masa depan pemilih pemula. Selanjutnya Abdul Haris menyampaikan Perilaku Pemilih Pemula di Era Digital, dimana media sosial merupakan sumber utama informasi politik, pemilih pemula lebih menyukai konten politik ringan dan visual menarik dan rentan dari hoax akibat rendahnya literasi digital. Usai pemaparan materi dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama peserta dari Kabupaten/Kota yang dipandu  moderator. Di akhir Kopi Parmas , Anggota KPU Provinsi NTT, Elyaser Lomi Rihi menyampaikan pentingnya memberikan pemahaman kepada pemilih pemula bagaimana menggunakan suara sesuai dengan hati nurani. Untuk menjaga kualitas demokrasi itu kita memberikan pemahaman kepada pemilih bahwa memberikan suara di TPS itu merupakan panggilan jiwa yang harus dilaksanakan sesuai dengan ahti nurani dan penuh tanggung jawab. Sementara itu, Lodowyk Fredrik menekankan untuk mencermati kelakukan pemilih pemula dalam hal ini sesuai dengan konteks kepemiluan dan pilkada. Harus juga memahami konteks sosial masa lalu itu seperti apa, dengan demikian dengan secara pasti dan benar memahami konteks sosial saat ini. Sedangkan Baharudin Hamzah menambahkan, wajah kepemimpinan kita sekarang ini lebih banyak anak muda, dan itu fakta politik yang tidak bisa dipungkiri. Untuk membentuk karateristik anak muda yang paling kuat adalah dari dalam keluarga. Intitusi keluarga adalah institusi yang paling penting bagi perkembangan anak karena anak itu ibarat kertas putih yang kemudian dicoret dari awal oleh orangtua dalam keluarga. Kopi Parmas ini diikuti oleh Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM, Herman Jopi Latol, Kadiv Hukum dan Pengawasan, Dahlya Reda Ola dan Kadiv Rendatin, Stefanus Ile Ratu serta Kasubbag Hukum dan SDM, Rossa Asry bersama staf Parmas.

Rencana Aksi Kegiatan dan Podcast

Larantuka, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Flores Timur melaksanakan Rapat Pleno Rutin Rabu, (18/2) di Aula Kantor KPU Kabupaten Flores Timur. Rapat dipimpin oleh Plh, Ketua KPU Kabupaten Flores Timur Arifin Atanggae dan diikuti Anggota KPU Kabupaten Flores Timur Herman Jopi Latol dan Dahlya Reda Ola, serta Sekretaris KPU Kabupaten Flores Timur Jermia Elia David Luase, Para Kepala Subbagian, dan Notulis.   Diawali dengan pembacaan tindak lanjut hasil rapat pleno minggu yang lalu oleh Sekretaris dan dilanjutkan dengan pembahasan agenda pleno minggu ini antara lain membahas rencana aksi subbagian Parmas dan SDM serta subbagian keuangan umum dan logistik, rencana podcast bersama Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Flores Timur serta beberapa warna sari lain. Direncanakan juga internalisasi PKPU Nomor 11 tahun 2024 tentang Perubahan atas PKPU Nomor 22 tahun 2023 tentang Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik di Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota oleh Divisi Hukum dan Pengawasan.

Bulan Suci Ramadhan menjadi bulan penuh makna

Arifin Atanggae Plh. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Flores Timur mengikuti Rapat Virtual “Dikmil Ramadhan 2026”, yang di gelar oleh KPU  Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama KPU Kabupaten/Kota se NTT untuk menyusun strategi pendidikan pemilih dalam bulan Ramadhan. Langkah ini diambil untuk memastikan partisipasi masyarakat dan pendidikan pemilih tersampaikan secara efektif meskipun dalam suasana Ramadhan pada Kamis (12/2/2026).   Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Provinsi NTT Jemris Fointuna, didampingi anggota Lodowik Fredrik, Elyaser Lomi Rihi, Baharudin Hamzah bersama Plh Kasubag Hukum dan SDM Linda Benyamin dan jajaran sekretariat serta diikuti oleh KPU Kabupaten/Kota se-NTT. Dalam arahannya Jemris mengajak jajaran KPU se-NTT menggunakan momentum Ramadhan untuk sampaikan pesan demokrasi dan kepemiluan. “KPU hadir untuk bisa memberikan edukasi tentang pemilu/pilkada. KPU sediakan menu, silakan masyarakat pilih menunya melalui media sosial yang ada, demikian pesan Jemris”   Melalui Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM Baharudin Hamzah, digemakan Program Sedap Ramadhan. Program kerja yang dirancang untuk mengisi bulan ramadhan dengan berbagai kegiatan Safari Ramadhan ke berbagai masjid dan mushola dengan sekmen pinggir kota, berkolaborasi dengan stakeholder lain, juga dengan menggunakan media sosial untuk menyampaikan pesan ramadhan.   Dalam diskusi Baharudin Hamzah menekankan bahwa pendidikan pemilih merupakan program Lembaga secara berjenjang sehingga perlu peran aktif dari kita dalam memberikan kontribusi, namun bertepatan dengan Bulan Ramadhan maka perlu di perhatikan metode dan skema penyampaiannya sehingga bulan suci Ramadhan menjadi bulan penuh makna. “Pendidikan pemilih tetap berjalan, namun kemasannya disesuaikan dengan suasana Ramadhan, ujar Bahrudin.     Diskusi ini menarik perhatian Arifin Atanggae, yang dalam uraiannya akan dilakukan koordinasi bersama beberapa oraganisasi dari Nahdlatul Ulama (NU), metode buka puasa bersama, kultum 7 menit melaui media sosial dengan mendesain sedemikian rupa sehingga manarik, hanya tentu untuk mimbar perlu juga melakukan pendekatan kepada Ustad dengan menyiapkan materi, tutur Arifin. Melalui kegiatan ini KPU berkomitmen agar bulan puasa tidak menghambat tahapan penting, melainkan menjadi momen yang tepat untuk menyampaikan pesan-pesan pemilu damai kepada masyarakat luas.    

Rakor Internalisasi Kebijakan

KPU Kabupaten Flores Timur mengikuti Rapat Koordinasi Internalisasi Kebijakan dan Sinkornisasi Kegiatan Teknis Kepemiluan Tahun 2026 Tingkat Provinsi NTT, Kamis (12/2) secara daring. Rapat tersebut dibuka oleh Ketua KPU Provinsi NTT, Jemris Fointuna beserta Anggota KPU Provinsi NTT Lodowyk Fredrik, Baharudin Hamzah, Elyaser Lomi Rihi, Petrus Kanisius Nahak, serta Plh Sekretaris KPU Provinsi NTT  Andrew S.N.Kette beserta jajaran. Hadir dalam daring ini Anggota KPU Kabupaten Flores Timur, Arifin Atanggae dan Dahlya Reda Ola serta didampingi oleh Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pemilu beserta staf. Materi disampaikan oleh Kadiv Teknis, Elyaser Lomi Rihi. Adapun materi yang disampaikan yaitu Rencana Kegiatan Divisi Teknis Tahun 2026 dan dipandu oleh moderator Andrew S.N.Kette selaku Kepala Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu. Kegiatan ini dilaksanakan agar mendapat pemahaman terkait kegiatan teknis yang akan digelar dalam tahun 2026.