Berita Terkini

Rakor Internalisasi Kebijakan

KPU Kabupaten Flores Timur mengikuti Rapat Koordinasi Internalisasi Kebijakan dan Sinkornisasi Kegiatan Teknis Kepemiluan Tahun 2026 Tingkat Provinsi NTT, Kamis (12/2) secara daring. Rapat tersebut dibuka oleh Ketua KPU Provinsi NTT, Jemris Fointuna beserta Anggota KPU Provinsi NTT Lodowyk Fredrik, Baharudin Hamzah, Elyaser Lomi Rihi, Petrus Kanisius Nahak, serta Plh Sekretaris KPU Provinsi NTT  Andrew S.N.Kette beserta jajaran. Hadir dalam daring ini Anggota KPU Kabupaten Flores Timur, Arifin Atanggae dan Dahlya Reda Ola serta didampingi oleh Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pemilu beserta staf. Materi disampaikan oleh Kadiv Teknis, Elyaser Lomi Rihi. Adapun materi yang disampaikan yaitu Rencana Kegiatan Divisi Teknis Tahun 2026 dan dipandu oleh moderator Andrew S.N.Kette selaku Kepala Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu. Kegiatan ini dilaksanakan agar mendapat pemahaman terkait kegiatan teknis yang akan digelar dalam tahun 2026.

Perempuan dalam Demokrasi: Masih Banyak Tantangan, Tapi Harapan Tetap Ada

Plh. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Flores Timur Arifin Atanggae mengikuti Kegiatan Kopi Parmas Part 11 yang di selenggaraan KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara daring bersama 22 KPU Kabupaten/Kota se-NTT. Kopi Parmas Part 11 menghadirkan dua narasumber, yaitu Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Sikka, La Hajimu, dan Ketua Divisi Sosdiklih Parmas KPU Kabupaten Timor Tengah Selatan, Fatima, dengan tema "Representasi dan Peran Perempuan dalam Demokrasi", pada Rabu (11/2/2026). Kopi Parmas Part 11 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan dalam demokrasi, serta membahas tantangan dan harapan untuk meningkatkan keterwakilan perempuan dalam politik. Dalam presentasinya, La Hajimu menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam demokrasi, namun keterwakilan mereka masih sangat rendah. "Jantung dari demokrasi adalah peran penting pemilih dalam menyuarakan hak pilihnya," demikian ujar La Hajimu. Lebih lanjut La Hajimu mengaskan Partai politik juga memiliki peran penting dalam meningkatkan representasi perempuan dalam politik. Mereka harus membuka ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi dan memberikan dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas mereka  minimal 30% keterwakilan Perempuan dalam berpolitik. Pada kesempatan yang sama Fatimah mengurai peran Perempuan dalam politik tidak hanya tentang kuota, tapi tentang kualitas dan kapabilitas. Mereka harus memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan merumuskan kebijakan yang berdampak pada Masyarakat Potensi besar untuk meningkatkan peran perempuan dalam demokrasi. KPU juga perlu memperkuat representasi Perempuan dengan Tantangan yang dihadapi perempuan dalam politik antara lain adalah sosial patriarki, struktur partai, dan budaya politik. Namun, ada harapan bahwa dengan pendidikan politik dan kesadaran masyarakat, perempuan dapat memainkan peran yang lebih besar dalam demokrasi, lanjut Fatimah. Dalam konteks ini, penting bagi masyarakat untuk mendukung dan mendorong perempuan untuk berpartisipasi dalam politik, sehingga demokrasi dapat menjadi lebih inklusif dan representatif.

Road Show ke Partai Poltik

Rapat Pleno Mingguan dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Flores Timur bertempat dilantai 2 kantor KPU Kabupaten Flores Timur, dipimpin oleh Plh.Ketua KPU Kabupaten Flores Timur, Stefanus Ile Ratu pada Senin, (9/2/2026) Dalam rapat pleno ini hadir juga Anggota KPU Kabupaten Flores Timur, Kadiv Sosdiklihparmas dan SDM, Herman Jopi Latol; Kadiv Teknis Penyelenggaraan, Arifin Atanggae dan Kadiv Hukum dan Pengawasan, Dahlya Reda Ola bersama Sekretaris KPU Kabupaten Flores Timur, Jermia Elia David Luase, para Kasubag dan staf sekretariat. Pleno diawali dengan pembacaan laporan tindak lanjut rapat pleno tanggal 2 Februari 2026 oleh Sekretaris. Agenda pleno antara lain membahas Penyerapan Anggaran Bulan Januari 2026, Revisi Anggaran, Progres LHKPN serta rencana Road Show ke partai politik. Sebagai agenda kerja dari Divisi Teknis Penyelenggara, Road Show ke Partai Politik terus digalakan untuk memutakhirkan data Partai Politik. Sesuai rencana Tim Teknis akan mengunjungi Partai Gelora untuk melakukan pemutakhiran data yang dijadwalkan pada hari senin 23 Februari 2026 yang akan datang.

Berkreasi dalam Publikasi

Bertempat dihalaman kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Flores Timur melaksanakan Apel Mingguan yang dipimpin oleh Kadiv Rendatin, Stefanus Ile Ratu. Turut hadir dalam apel ini kadiv Teknis Penyelenggaraan, Arifin Atanggae dan kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM, Herman Jopi Latol serta Sekretaris KPU Kabupaten Flores Timur, Jermia Elia David Luase. (9/2) Dalam arahannya, Stef menyampaikan profisiat kepada tim Parmas yang telah berpartisipasi aktif dan semakin berkembang dalam hal pemberitaan. Kerja yang luar biasa dalam mendesain kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan serta pergerakan publikasi di Media Sosial yang semakin banyak dan berkerasi. Dalam setiap kegiatan agar tim parmas selalu mengambil moment terbaik untuk bisa diupdate menjadi berita, sambung Stef. Hadir juga dalam apel ini seluruh staf sekretariat KPU Kabupaten Flores Timur.  

Pemilih Pemula Harus Menjadi Pemilih Cerdas

Sekolah Menengah Kejuruan Katolik (SMKK) Hendricus Leven menjadi salah satu tempat pelaksanaan KPU Mengajar oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Flores Timur, dengan pemateri Stefanus Ile Ratu, Anggota KPU Kabupaten Flores Timur selaku Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi yang didampingi tim Parmas pada Sabtu, (7/2/2026).   Kegiatan bertujuan untuk memberikan pemahaman yang memadai kepada siswa-siswi tentang nilai-nilai demokrasi dan tahapan pemilihan umum. Yosep Niron, selaku Kepala Tata Usaha pada SMKK Hendricus Leven menyampaikan terima kasih kepada KPU Kabupaten Flores Timur karena telah mengunjungi sekolah ini dan berbagi ilmu tentang Pemilihan Umum serta berharap semoga kedepannya tetap ada kunjungan-kunjungan berikut dalam upaya untuk mencerdaskan Pemilih Pemula.   Dalam penyampaian materi tentang Pendidikan Pemilih Pemula, Stefanus lebih menekankan kepada siswa/i SMKK Hendricus Leven untuk menjadi pemilih yang cerdas. Ile Ratu juga menjelaskan tentang Sejarah Pemilihan Umum yang dimulai dari tahun 1955 hingga pada tahun 2024, dan juga manfaat pemilihan umum bagi kita para pemilih. Agar dalam Pemilu yang akan datang, siswa/i dapat berpartisipasi aktif baik sebagai pemilih maupun sebagai penyelenggara, demikian ungkap Stefanus.   Setelah penyampaian materi, ada beberapa siswa yang menceritakan pengalaman pada saat menjadi pemilih pemula. Cika dan Aris menceritakan dimulai dari mendapatkan surat undangan panggilan memilih dan juga pada saat berada di tempat pemungutan suara. Sedangkan Sisil menyampaikan harapan agar KPU Kabupaten Flores Timur tetap memberikan pemahaman kepada pemilih pemula tentang pentingnya memilih. Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 wita sampai pukul 11.30 wita

KPU Flores Timur Gelar Kegiatan KPU Mengajar di SMK Lamaholot

Larantuka– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Flores Timur menggelar kegiatan KPU Mengajar pada Sabtu, (7/2/ 2026), yang bertempat di SMK Lamaholot. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran demokrasi di kalangan pelajar sejak dini. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Flores Timur, Dahlya Reda Ola, hadir sebagai pemateri utama. Ia menyampaikan materi seputar demokrasi, pemilu, serta pentingnya peran generasi muda sebagai pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. Kegiatan berlangsung secara interaktif dan edukatif, dengan berbagai games seru. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah simulasi orasi kampanye, di mana para siswa berperan sebagai calon Bupati Flores Timur. Simulasi ini menghadirkan dua kandidat yang diperankan oleh siswa dan siswi bernama Jojo dan Laura, yang menyampaikan visi dan misi layaknya kampanye pemilu sesungguhnya. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan kritis diajukan oleh para peserta, salah satunya dari Kristian, yang menanyakan, “Mengapa pemilih yang belum berusia 17 tahun boleh ikut dalam pemilihan umum ketika sudah menikah?” Pertanyaan tersebut memicu diskusi seputar aturan hukum kepemiluan dan hak pilih warga negara. Para siswa SMK Lamaholot tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan mendapatkan pemahaman langsung mengenai proses demokrasi. Kegiatan KPU Mengajar ini ditutup dengan pesan dari Kadiv Hukum KPU Kabupaten Flores Timur yang menegaskan bahwa, “Demokrasi bukan hancur oleh orang yang jahat, melainkan karena kita tidak memilih. Pemimpin yang hebat lahir dari pemilih yang cerdas.” Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Flores Timur berharap dapat menumbuhkan kesadaran demokrasi serta meningkatkan partisipasi politik generasi muda di masa mendatang.